A. VARIABEL
Suatu pengenal (identifier) yang digunakan untuk mewakili suatu nilai tertentu didalam proses program.
Berbeda dengan konstanta yang nilainya selalu tetap, nilai dari suatu variable bisa diubah-ubah sesuai kebutuhan.
Nama dari suatu variable dapat ditentukan dengan aturan sebagai berikut :
• Terdiri dari gabungan huruf dan angka dengan karakter pertama harus berupa huruf. Bahasa C ++ bersifat case-sensitive artinya huruf besar dan kecil dianggap berbeda. Jadi antara nim, NIM dan Nim dianggap berbeda.
• Tidak boleh mengandung spasi.
• Tidak boleh mengandung simbol-simbol khusus, kecuali garis bawah (underscore). Yang termasuk symbol khusus yang tidak diperbolehkan antara lain: $, ?, %, #, !, &, *, (, ), -, +, =dsb.
• Panjangnya bebas, tetapi hanya 32 karakter pertama yang terpakai.
Deklarasi : Deklarasi diperlukan bila kita akan menggunakan pengenal (identifier) dalam program. Identifier dapat berupa variable, konstanta dan fungsi.
a. Deklarasi variabel.
Bentuk Umumnya :
Nama_tipenama_variabel ;
Contoh :
• int x; // Deklarasi x bertipe integer
• char y, huruf, nim[10]; // Deklarasi variable bertipe char
• float nilai; // Deklarasi variable bertipe float
• double beta; // Deklarasi variable bertipe double
• int array[5][4]; // Deklarasi array bertipe integer
Contoh :
b. Deklarasi Konstanta
• Menggunakan keyword const
Contoh : const float PI = 3.14152965
• Menggunakan #define.
Contoh : #define PI 3.14152965
Keuntungan menggunakan #define apabila dibandingkan dengan const adalah kecepatan kompilasi, karena sebelum kompilasi dilaksanakan, kompiler pertama kali mencari symbol #define (oleh sebab itu mengapa # dikatakan prepocessor directive) dan mengganti semua Phi dengan nilai 3.14152965.
Contoh :
TIPE DATA
Data : bagian terkecil yang akan dimasukkan dalam system pengolahan bisa berupa angka, gambar, dll.
Terdapat 5 tipe data bawaan dari bahasa C yaitu : void, integer, float, double, char
Void : Diartikan sebagai tanpa tipe data dan tanpa pengembalian nilai.
Integer : Bilangan bulat (integer).
Float : Bilangan pecahan (floating point).
Double : Bilangan pecahan dengan jangkauan data yang lebih luas.
Char : Karakter.
SYNTAX
Adalah aturan-aturan dalam bahasa pemrograman
Dalam C++, selain \n terdapat juga beberapa karakter khusus yang biasa disebut escape sequence characters, yaitu ?
Operator Matematika
Untuk operator %, sama dengan modulus, yaitu untuk mengetahui sisa hasil bagi. Misalnya a = 11 % 3, maka variable a akan terisi nilai 2 karena sisa hasil bagi 11 dan 3 adalah 2.
Operator Relasional
Yang dihasilkan dari operator ini bukan sebuah nilai, tapi berupa bilangan bool yaitu benar atau salah.
== : sama dengan
!= : tidak sama dengan
> : Lebih besar dari
< : Kurang dari
>= : Lebih besar atau sama dengan
<= : Kurang dari atau sama dengan.
Operator Penaikan dan Penurunan (++ dan --)
Operator penaikan (++) akan menaikkan atau menambahkan 1 nilai variable. Sedangkan operator (--) akan menurunkan atau mengurangi 1 nilai variable.
Misalnya :
a++;
a+=1;
a=a+1;
untuk ketiga pernyataan tersebut, memiliki arti yang sama yaitu menaikkan 1nilai variable 1.
Karakteristik dari operator ini adalah dapat dipakai di awal (++a) atau di akhir (--a) variable. Untuk penggunaan biasa, mungkin tidak akan ditemui perbedaan hasil dari cara penulisannya. Namun untuk beberapa operasi nantinya harus diperhatikan cara peletakan operator ini, karena akan berpengaruh terhadap hasil.
Contoh 1 : Contoh 2:
B=3; B=3;
A=++B; A=B++;
// A= 4, B=4 //hasil A=3, B=4
Dari contoh1, nilai B dinaikkan sebelum dikopi ke variable A. Sedangkan pada contoh2, nilai B dikopi terlebih dahulu ke variable A baru kemudian dinaikkan.
Operator logika
Operator logika juga digunakan untuk memberikan nilai atau kondisi true dan false. Biasanya operator logika dipakai untuk membandingkan dua kondisi.
Misalnya:
((5==5) && (3>6)) mengembalikan nilai false, karena (true && false) untuk logika NOT (!), contohnya !(5==5) akan mengembalikan nilai false, karena !(true).
Operator Kondisional ( ? )
Format penulisan operator kondisional adalah : kondisi ? hasil1 : hasil2
Jika kondisi benar maka yang dijalankan adalah hasil1 dan jika kondisi salah, maka akan dijalankan hasil2.
Contoh :
7==5 ? 4 : 3 hasilnya adalah 3, karena 7 tidak sama dengan 5
5>3 ? a : b hasilnya adalah a, karena 5 lebih besar dari 3
Jumat, 15 Januari 2010
VARIABEL DAN TIPE DATA
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar